Aside

SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA

Sebagai ideologi negara rumusan Pancasila tidak muncul begitu saja tetapi melalui perjalanan sejarah yang panjang. Pada tahun 1943-1944 tentara Jepang mengalami kekalahan di semua medan pertempuran dengan Sekutu. Jepang berusaha mengambil hati rakyat negara jajahannya, seperti Indonesia, Filipina dan Birma dengan memberi janji kemerdekaan. Pada tanggal 7 September 1944 di depan Parlemen Tokyo, Pemerintah Jepang menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia jika Jepang memenangkant peperangan. Janji itu diulangi lagi pada tanggal 1 Maret 1945 dengan tanpa syarat dan di janjikan untuk membentuk suatu Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Badan ini ditugasi mempelajari hal-hal yang diperlukan untuk menyelenggarakan suatu negara merdeka.
* Pembentukan & susunan BPUPKI
BPUPKI dibentuk pada tanggal 29 April 1945 & dilantik tanggal 28 Mei 1945. Susunan BPUPKI sbb.
1. Ketua : Dr. Radjiman Widyodiningrat
2. Ketua Muda : Raden Pandji Suroso
3. Ketua Muda : Ichibangase Yoshio (Jepang)
4. Anggota : 60 orang & ditambah 6 orang ketika sidang, sehingga menjadi 66 orang
* Sidang-sidang BPUPKI
Sidang I BPUPKI dilangsungkan pada tanggal 29 Mei s.d 1 Juni 1945 yang membahas Asas Dasar Negara Indonesia Merdeka. Ada 3 usulan mengenai dasar negara, yaitu usulan yang dikemukakan oleh Mr. Muh. Yamin, Mr. Soepomo & Ir. Soekarno
1) Usulan Mr. Muh. Yamin (29 Mei 1945)
> Secara lisan
a. Perikebangsaan
b. Perikemanusiaan
c. Periketuhanan
d. Perikerakyatan
e. Kesejahteraan rakyat
> Secara tertulis
a. Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Kebangsaan persatuan Indonesia
c. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
d. Kerakyatan yang dipimpin oleg hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
3) Usulan Mr. Soepomo (31 Mei 1945)
a. Paham negara persatuan
b. Perhubungan negara dan agama
c. Sistem badan permusyawaratan
d. Sosialisme negara
e. Hubungan antarbangsa
4) Usulan Ir. Soekarno
a. Kebangsaan Indonesia
b. Internasionalisme atau perikemanusiaan
c. Mufakat atau demokrasi
d. Kesejahteraan sosial
e. Ketuhanan yang berkebudayaan
Ir. Soekarno mengusulkan agar kelima dasar negara itu dinamakan Pancasila. Kemudian terbentuklah Panitia Kecil yang terdiri atas 9 orang, yaitu :
1. Ir. Soekarno
2. Drs. Moh. Hatta
3. K.H. Wachid Hasyim
4. Mr. A.A. Maramis
5. Abdul Kahar Moezakkar
6. Abikoesno Tjokrosoejoso
7. Agus Salim
8. Mr. Achmad Soebardjo
9. Mr. Muh. Yamin.
Karena anggotanya 9 orang, Paniti Kecil ini disebut juga Panitia Sembilan. Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia Kecil mengadakan rapat dengan tokoh-tokoh BPUPKI & menghasilkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Di dalamnya terdapat rumusan dasar negara yang kelak akan menjadi dasar negara RI setelah mengalami perubahan 7 kata dalam dasar yang pertama, yaitu :
a. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab
c. Persatuan Indonesia
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sidang II BPUPKI berlangsung pada tanggal 10 s.d 16 Juli 1945 yang hasilnya adalah diterimanya secara bulat Rancangan UUD yang dibuat oleh Panitia Perancang UUD yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Setelah selesai melaksanakan tugas, BPUPKI melaporkan hasilnya kepada pemerintah Jepang disertai usulan dibentuknya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Atas dasar usul itu, tanggal 7 Agustus 1945 dibentuk PPKI beranggotakan 21 orang, sebagai ketua Ir. Soekarno & wakilnya Drs. Moh. Hatta.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI memberi rumusan Pancasila sbb.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Rumusan inilah yang dijadikan dasar negara sampai sekarang bahkan hingga akhir perjalanan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia bertekad bahwa Pancasila sebagai dasar negara tidak dapat dirubah oleh siapapun, termasuk oleh MPR hasil pemilu. Jika merubah dasar negara Pancasila sama dengan membubarkan negara hasil proklamasi (Tap MPRS No. XX/MPRS/1966).

Fungsi pokok Pancasila bagi bangsa Indonesia adalah sebagai dasar negara dan sebagai pandangan hidup bangsa, di samping itu juga berfungsi sbb.
1. Jiwa bangsa Indonesia
2. Sumber dari segala sumber hukum
3. Perjanjian luhur bangsa Indonesia
4. Cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia
5. Kepribadian bangsa Indonesia
6. Filsafah yang mempersatukan bangsa Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s